Rabu, 11 Maret 2026, WIB
Breaking News

Sabtu, 06 Des 2025, 13:16:44 WIB, 144 View Wisnu Ramadan, Kategori : Lingkungan

SUBANG – ruangargumen.com |hidrometeorologi kembali menghantam pesisir utara (Pantura) Kabupaten Subang. Banjir rob (pasang air laut) dengan intensitas ekstrem merendam sedikitnya 12 desa di kawasan pesisir sejak Selasa (2/12) dan terus memburuk hingga hari ini, Sabtu (6/12/2025).


​Berdasarkan pantauan langsung dari lokasi di Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, ketinggian air terpantau terus meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. Arus air laut yang deras menerjang masuk hingga ke pemukiman warga, melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

​Perekonomian Warga Mati Suri

Dampak paling parah dirasakan pada sektor ekonomi kerakyatan. Ribuan hektare tambak udang dan lahan pesawahan yang sedianya siap tanam, kini hancur tersapu air asin.


​"Semenjak tanggal 2 Desember hingga hari ini, banjir rob semakin tinggi. Perekonomian masyarakat lumpuh total. Tambak udang dan pesawahan yang awalnya siap tanam, sekarang gagal karena terendam air asin," ujar perwakilan dari Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) saat melaporkan langsung dari titik koordinat tengah Desa Anggasari.

​Wilayah terdampak mencakup Desa Anggasari, Muara, Blanakan, Mayangan, Legon Wetan, dan desa-desa pesisir lainnya di Kabupaten Subang.

​Akses Terputus, Rumah Tenggelam

Dalam video dokumentasi di lapangan, terlihat jelas infrastruktur desa tak luput dari terjangan air. Akses jalan setapak dan jembatan bambu yang biasa digunakan warga kini hilang tertutup air. Rumah Pembibitan Mangrove milik YLNI yang berjarak sekitar 3 kilometer dari bibir pantai dan 1,5 kilometer dari Balai Desa Anggasari pun terisolasi karena akses jalan yang tergenang total.

​Sejumlah rumah warga tampak terendam hingga separuh bangunan, memaksa sebagian aktivitas warga terhenti.

​"Rumah semua tenggelam, rumah semua masuk (air). Termasuk rumah pembibitan mangrove YLNI sudah tidak terlihat akses jalannya," 

​Kondisi arus air dari laut yang masih cukup deras dikhawatirkan akan memperparah kerusakan infrastruktur maupun kerugian materiil warga jika tidak segera surut. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada mengingat cuaca dan pasang air laut yang belum bersahabat.



Pemilihan Raya DEMA STAI Darussalam Kunir Berlangsung Khidmat,Dimeriahkan Bagi Takjil & Buka Bersama
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 90 Kali
LH Subang: Pengurangan Armada dan Infrastruktur di TPS Jalupang Jadi Kendala Pengelolaan Sampah
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 159 Kali
Kadis LH Subang H. Andri Mulya Ingatkan Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Ramah lingkungan
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 62 Kali



Tuliskan Komentar