SUBANG – ruangargumen.com | Ada yang berbeda dari pelaksanaan apel pagi di lingkungan Kantor Kecamatan Subang. Mendobrak rutinitas biasa, apel pagi kali ini diwarnai dengan langkah nyata pelestarian lingkungan melalui launching pembuatan lubang biopori di area perkantoran dan pemukiman warga, subang 02 Maret 2026.


Kegiatan strategis ini menggandeng Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang, sekaligus menjadi wujud implementasi langsung dari Instruksi Bupati Nomor 3 Tahun 2025 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Masyarakat di Desa dan Kelurahan. Inisiatif pembuatan lubang resapan biopori ini ditargetkan mampu menekan volume timbulan sampah organik yang bermuara di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) maupun Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
ASN Wajib Jadi Teladan
Camat Subang, Sumardi, SSTP., MAP., dalam amanatnya menegaskan bahwa perubahan besar harus dimulai dari aparatur negara. Ia mengeluarkan instruksi tegas bahwa seluruh Pegawai Negeri Sipil (ASN) di wilayah Kecamatan Subang wajib menjadi nasabah Bank Sampah Unit.
"Keteladanan adalah kunci. ASN dari tingkat kelurahan hingga kecamatan harus menjadi contoh bagi warga. Kami juga menginstruksikan para Lurah untuk segera membentuk minimal tiga unit bank sampah di wilayahnya masing-masing, sebagai langkah persiapan menuju pembentukan Bank Sampah Induk di tingkat kecamatan," tegas Sumardi.
Lebih lanjut, program pembuatan lubang biopori ini tidak hanya berhenti di kantor kecamatan. Gerakan ramah lingkungan ini akan langsung diekspansi dan diaplikasikan di delapan kantor kelurahan di bawah naungan Kecamatan Subang, yakni: Kelurahan Parung, Wanareja, Pasirkareumbi, Soklat, Cigadung, Karanganyar, Dangdeur, dan Sukamelang.
"Sedekah Air" dan Berkah Rupiah
Langkah progresif Pemerintah Kecamatan Subang ini mendapat apresiasi penuh dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Subang. Perwakilan DLH, Cece Rahman, yang hadir dalam apel tersebut menyampaikan rasa terima kasih atas sinergi nyata dari Camat dan seluruh jajaran Lurah.
Menurut Cece, pembuatan biopori bukan sekadar membuang sampah organik ke dalam tanah, melainkan sebuah filosofi pelestarian alam.
"Melalui biopori, kita pada hakikatnya sedang bersedekah air kepada bumi, yang nantinya juga akan menghasilkan kompos bernutrisi dari sampah organik yang terurai. Mungkin saat ini terlihat kecil, namun jika lokasinya diperhatikan dan dioptimalkan, manfaatnya ke depan akan sangat luar biasa," papar Cece.
Ia juga menitipkan pesan reflektif sekaligus motivasi bagi seluruh peserta apel dan masyarakat luas. "Mari kita biasakan memilah sampah dari rumah, sehingga sampah berubah menjadi berkah dan tentunya mendatangkan rupiah. Lebih baik hidup dari sampah daripada hidup menjadi sampah," pungkasnya dengan kutipan penutup yang kuat.
Apel pagi yang "berani beda" ini turut dihadiri oleh Sekretaris Kecamatan (Sekmat) Subang beserta delapan Lurah se-Kecamatan Subang. Melalui komitmen bersama ini, sinergi lintas sektor tersebut siap mewujudkan visi Kecamatan Subang yang Bersih Istimewa.
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 67 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |