
SUBANG – ruangargumen.com | drama Pak Bupati yang ngaku sempat "menghilang" dari Rumdin gara-gara menghindari oknum yang bawa duit 500 juta? Nah, plot-nya makin tegang nih, Guys!
Hari ini (13/1), Nujaba Institute nggak pakai lama langsung gerak (sat-set) ngirim "surat cinta" alias peringatan keras ke kantor Bupati. Direktur Eksekutif Nujaba, Wahyu Gilang Karisman, turun gunung langsung nyerahin surat klarifikasi (No: 007/EXT/NUJABA/SBG/I/2026) yang udah diterima staf pimpinan jam 14.10 WIB tadi.

Gilang menegaskan, ini adalah "KARTU KUNING" buat Pak Bupati. Rules-nya simpel: 3 x 24 Jam buat speak up dan buka siapa pelakunya ke publik!
Jangan Cuma Jadi Konten, Kasihan Pejabat Kena Mental!
Menurut Gilang, pengakuan viral Pak Bupati soal "menghindar karena ada yang bawa 500 juta" itu nggak bisa cuma berhenti jadi konsumsi medsos doang. Ini urusan serius, Bestie!
"Statement Pak Bupati itu fatal kalau nggak ada penegakan hukumnya. Sekarang liat dampaknya, ada 16 Pejabat Eselon peserta Open Bidding yang gagal dilantik, sekarang malah jadi korban trust issue publik. Orang-orang jadi curiga, 'jangan-jangan mereka pelakunya?'. Pak Bupati harus tanggung jawab clearing nama baik mereka dengan spill siapa pelaku aslinya!" tegas Gilang.
3 Tuntutan Nujaba: Spill The Tea!
Nujaba Institute nggak main-main, mereka ngasih 3 poin tuntutan yang wajib dijawab:
• Spill Identitas Penyuap: Siapa sih oknum yang bawa duit 500 juta itu? Kalau disembunyiin, sama aja pembiaran tindak pidana korupsi, lho.
• Selamatkan Reputasi 16 Pejabat: Klarifikasi dong, pelakunya ada di antara 16 peserta yang gagal dilantik itu nggak? Penting banget demi asas praduga tak bersalah.
• Bongkar Konflik Kepentingan: Pak Bupati kan ngaku ada 3 kerabatnya yang ikut seleksi. Publik berhak tahu siapa mereka. Jangan-jangan drama "kabur dari Rumdin" ini karena tekanan circle sendiri?
Masih Silent Treatment? OTW Polda Jabar!
Gilang ngasih warning keras. Kalau sampai hari Kamis surat ini nggak dijawab transparan atau Pak Bupati masih silent treatment, Nujaba Institute siap gaspol ke ranah hukum.
"Kalau Bupati bungkam, kami simpulkan beliau gagal laporin tindak pidana. Kami bakal bawa bukti video pengakuan beliau dan Lapor Resmi ke Dirkrimsus Polda Jabar atau Polres Subang. Ini bukan gertakan, ini demi marwah pemerintahan!" tutup Gilang.
So, kita tunggu aja nih 3 hari ke depan. Bakal ada plot twist apa lagi? Pantengin terus!
Tentang Nujaba Institute:
Think tank kece di Subang yang fokus bedah kebijakan publik, transparansi anggaran, dan demokrasi daerah.
Narahubung Media:
Wahyu Gilang Karisman (Direktur Nujaba Institute)
0813-1816-5799
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |
Senin, 02 Mar 2026, 19:53:41 WIB, Dibaca : 53 Kali |