
Subang – ruangargumen.com | Warga Desa Kiarasari, Kecamatan Compreng, baru aja bikin gebrakan keren buat lingkungan, nih! Senin (15/12) ini jadi momentum bersejarah di mana masalah sampah organik mulai diatasi langsung dari sumbernya. Yes, Kiarasari resmi me-launching Komposter Bata Terawang dan membentuk Bank Sampah Unit (BSU). So cool!
The Main Event: Bye-Bye Sampah Bau
Bertempat di Aula Kantor Desa Kiarasari, acara ini nggak cuma seremonial biasa. Fokus utamanya adalah edukasi dan aksi nyata. Sebelum launching, para peserta dikasih tutorial cara pakai Komposter Bata Terawang.
Alat ini ditaruh di belakang kantor desa dan siap jadi solusi buat mengubah sampah organik (sisa makanan, daun, dll) jadi kompos yang bermanfaat. Jadi, nggak ada lagi cerita sampah numpuk dan bau. Visinya jelas: Timbulan sampah organik beres di sumbernya!
Nggak cuma itu, Bestie. Kiarasari juga resmi punya Bank Sampah Unit yang diketuai oleh Jamaludin, perwakilan dari Karang Taruna Desa Kiarasari. Ini bukti kalau anak muda Kiarasari siap ambil peran jadi agen perubahan!

Full Squad Collaboration!
Acara ini pecah banget karena dihadiri lintas sektor. "Full Squad" yang hadir antara lain:
• Kasi Trantib Kecamatan Compreng
• Babinsa AD Koramil PSK & Babinkamtibmas Polsek Compreng (Jaga keamanan + lingkungan!)
• Kepala PKM Jatireja
• Kades Kiarasari, Samsudin
• Tim Penggerak PKK (The Power of Emak-emak!)
• Karang Taruna & Kelompok Tani
Kolaborasi nyata antara Mahasiswa UNISBA, Tim Penggerak PKK, dan Universal Volunteer Indonesia sudah nampak jelas dengan launching-nya Komposter Bata Terawang ini. Fasilitas kece ini sekarang siap dimanfaatkan maksimal, baik oleh warga Desa Kiarasari maupun masyarakat Kecamatan Compreng. Sinergi ini bener-bener goals banget buat pembangunan desa!

Apa Kata Mereka?
Samsudin (Kepala Desa Kiarasari):
"Big thanks buat temen-temen BEM dan Dosen UNISBA yang udah terjun langsung bareng PKK, Karang Taruna, dan Kelompok Tani. Semoga dengan adanya komposter bata terawang ini, masalah sampah di desa kita bisa terkelola dengan baik, step by step."
M. Satori (Dosen UNISBA):
"Harapannya, kegiatan ini bawa impact positif buat Pemdes dan warga Kiarasari. Semoga vibe positif pengelolaan sampah ini juga nular ke wilayah Kecamatan Compreng lainnya."
Cece Rahman (Perwakilan DLH Subang):
"Apresiasi setinggi-tingginya buat Civitas Akademika UNISBA dan Pemdes Kiarasari. Ini langkah konkret. Pemanfaatan komposter ini berguna banget, dan mimpi 'Sampah Selesai di Desa' bakal mulai terwujud dari sini."
The Verdict: Kiarasari Menuju Zero Waste!
Gerakan di Kiarasari ini adalah bukti kalau peduli lingkungan itu bisa dimulai dari desa sendiri. Dengan teknologi tepat guna kayak Bata Terawang dan manajemen Bank Sampah yang rapi, Kiarasari siap jadi contoh desa ramah lingkungan di Subang.
So, are you ready to be part of the change? Yuk, dukung terus pengelolaan sampah yang bijak!
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 67 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 148 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 49 Kali |