Senin, 09 Maret 2026, WIB
Breaking News

Kamis, 04 Des 2025, 11:57:35 WIB, 192 View Wisnu Ramadan, Kategori : Lingkungan

SUBANG – ruangargumen.com | Bencana banjir rob kembali melumpuhkan pesisir Kabupaten Subang, Jawa Barat, pada Kamis (4/12) pagi. Fenomena pasang air laut yang merangsek ke daratan ini merendam permukiman warga di dua wilayah terdampak paling parah, yakni Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari dan Desa Muara, Kecamatan Blanakan.

Pantauan di lokasi pada pukul 10.17 WIB menunjukkan kondisi yang memprihatinkan. Jalan-jalan desa berubah menjadi sungai keruh, memutus akses transportasi dan memaksa warga, termasuk anak-anak, beraktivitas di tengah genangan air yang membawa material sampah. Ratusan rumah warga kini terancam kerusakan struktur akibat rendaman air asin yang terus berulang.

Kondisi ini mendesak adanya intervensi nyata dan cepat dari pemerintah, baik Pemerintah Kabupaten Subang, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, hingga Pemerintah Pusat. Warga berharap bencana tahunan ini tidak hanya ditangani saat kejadian, namun dicari akar permasalahannya.

YLNI: Menanam Benteng Alam untuk 5 Tahun ke Depan

Di tengah kepungan banjir rob, Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) terus bergerak melakukan langkah konkret. Menyadari bahwa tanggul beton saja tidak cukup, YLNI tengah gencar melakukan ikhtiar pemulihan ekosistem mangrove di sepanjang garis pantai yang kritis.

Perwakilan YLNI di lokasi menegaskan bahwa restorasi mangrove adalah solusi jangka panjang yang tidak bisa ditawar lagi.

"Kami tidak hanya bicara soal hari ini, tapi soal lima tahun ke depan. Jika ekosistem mangrove tidak segera dipulihkan, banjir rob akan semakin parah menenggelamkan desa-desa kita. Ikhtiar YLNI menanam dan merawat mangrove adalah upaya membangun benteng alam untuk mencegah abrasi dan menahan laju air pasang," ujar pihak YLNI di sela pemantauan lokasi banjir.

YLNI menyerukan kolaborasi lintas sektoral. Upaya swadaya yang dilakukan yayasan perlu disambut dengan kebijakan strategis pemerintah dan dukungan swasta agar rehabilitasi kawasan pesisir Subang dapat berjalan masif.


Tanpa percepatan perbaikan lingkungan, Desa Anggasari dan Desa Muara dikhawatirkan akan terus menjadi langganan banjir rob yang semakin ekstrem, mengancam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir Subang.


SUBANG SEDANG TIDAK BAIK-BAIK SAJA!

Hari ini (04/12/2025), saudara kita di Desa Anggasari (Kec. Sukasari) dan Desa Muara (Kec. Blanakan) kembali dikepung banjir rob. Aktivitas lumpuh, rumah terendam. Sampai kapan warga pesisir Subang harus hidup akrab dengan bencana ini? 

Colek Pemerintah: @pemkabsubang @humas_jabar @kemenpupr @kementerianlhk tolong turun tangan! Ini butuh solusi konkret, bukan sekadar janji.

Di tengah musibah ini, apresiasi untuk Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) yang tak henti berikhtiar memulihkan ekosistem mangrove. Ini adalah investasi jangka panjang untuk mencegah rob 5 tahun ke depan. Ayo dukung gerakan restorasi mangrove sebelum pesisir kita tenggelam selamanya!

#SubangDaruratRob #SavePesisirSubang #YLNI #RestorasiMangrove #BanjirRob #Anggasari #Muara #SubangButuhSolusi



LH Subang: Pengurangan Armada dan Infrastruktur di TPS Jalupang Jadi Kendala Pengelolaan Sampah
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali
Kadis LH Subang H. Andri Mulya Ingatkan Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Ramah lingkungan
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali
Inovasi Ramah Lingkungan : Kecamatan Subang Luncurkan Gerakan Biopori dan Wajib Bank Sampah
Senin, 02 Mar 2026, 19:53:41 WIB, Dibaca : 53 Kali



Tuliskan Komentar