
ruangargumen.com | Subang— Rabu 15 April 2026, Kegiatan Reses Masa Sidang I yang dilaksanakan oleh anggota legislatif, H. Adik, kali ini mendobrak kelaziman. Alih-alih mengumpulkan konstituen dari kalangan masyarakat umum di balai desa, H. Adik memilih turun langsung ke lingkungan sekolah untuk menggelar reses bersama siswa dan siswi SMK Pertiwi.
Langkah jemput bola ke dunia pendidikan ini tidak hanya bertujuan untuk menyerap aspirasi, tetapi juga disisipi dengan agenda pendidikan kewarganegaraan yang interaktif. Dalam pertemuan tersebut, H. Adik mengajak para pelajar berdiskusi mengenai sistem ketatanegaraan, khususnya terkait tiga pilar utama pemerintahan: Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif.
Suasana reses berlangsung cair dan edukatif saat H. Adik menjelaskan secara rinci mengenai tugas pokok dewan, terutama menyoroti fungsi pengawasan (kontrol) legislatif terhadap kebijakan pemerintah. Untuk memantik keberanian dan nalar kritis siswa, kegiatan ini diwarnai dengan sesi tanya jawab berhadiah, di mana H. Adik menguji pengetahuan para murid mengenai ketiga unsur pemerintahan tersebut.
Reses di sekolah ini adalah momentum yang tepat untuk memberikan edukasi politik sejak dini. Siswa harus paham bagaimana negara ini berjalan, apa fungsi dewan, dan bagaimana legislatif mengawasi jalannya roda pemerintahan agar program-program pro-rakyat bisa terealisasi," papar H. Adik di hadapan para siswa.
Setelah pemaparan mengenai fungsi dewan, sesi dialog terbuka dilanjutkan dengan penyerapan aspirasi. Keberanian para siswa kembali terlihat saat mereka secara langsung mengutarakan kondisi riil infrastruktur di SMK Pertiwi yang dinilai sudah tidak memadai.
Perwakilan murid menyampaikan permintaan mendesak terkait pengadaan lapangan olahraga dan pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB). Aspirasi ini didasari oleh kondisi faktual sekolah, di mana jumlah siswa yang mendaftar dan diterima saat ini sudah melebihi kapasitas daya tampung ruangan yang tersedia, sehingga proses belajar mengajar menjadi kurang maksimal.
Menanggapi keluhan tersebut, H. Adik berkomitmen untuk menjalankan fungsi pengawasannya dengan membawa aspirasi ini ke meja legislatif. Ia berjanji akan mendorong dinas terkait agar persoalan overkapasitas dan ketiadaan lapangan di SMK Pertiwi segera mendapatkan intervensi program pembangunan.
Menutup kegiatan reses yang berlangsung hangat tersebut, H. Adik menitipkan pesan moral kepada para siswa dan guru mengenai pentingnya menjaga tali silaturahmi. Ia menekankan bahwa silaturahmi bukan sekadar pertemuan formal, melainkan kunci untuk memperpanjang umur, memperluas rezeki, dan membangun sinergi yang kuat antara masyarakat dan wakil rakyatnya dalam memajukan daerah.
Sumber: Ruang ArgumenMagister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University
Skandal \'Toxic\' Comarindo, Antara Syahwat Laba dan Kejahatan Ekologi Terstruktur di SubangJumat, 17 Apr 2026, 12:27:25 WIB, Dibaca : 3 Kali |
Gelar Reses Edukatif di SMK Pertiwi, H. Adik Kenalkan Fungsi Legislatif hingga Serap AspirasiJumat, 17 Apr 2026, 06:44:07 WIB, Dibaca : 8 Kali |
Pelanggaran Fatal! Comarindo Campur Limbah B3 dan Domestik serta Praktik Pembakaran TerbukaRabu, 15 Apr 2026, 21:25:24 WIB, Dibaca : 33 Kali |