SUBANG – ruangargumen.com | (11/02/2026) Komitmen pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang didengungkan Desa Muara dan sekitarnya ternyata bukan sekadar janji manis di atas kertas. Menindaklanjuti semangat Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang, langsung tancap gas dengan aksi nyata di lapangan.

Dipimpin langsung oleh Kepala Desa Anggasari, Sukendi—atau yang akrab disapa warga dengan panggilan Kades Boy—ratusan warga bersama jajaran Pemerintah Kecamatan Sukasari "turun gunung" melakukan aksi bersih-bersih massal, pagi ini.
Kegiatan ini menjadi bukti konkret sinergi antara pemerintah desa dan kecamatan dalam menanggulangi masalah klasik lingkungan. Tidak hanya menyasar jalan protokol desa, aksi bersih-bersih ini juga menyisir saluran irigasi dan titik-titik rawan penumpukan sampah liar di perbatasan desa.
Pemimpin yang Turun Tangan
Kades Boy terlihat tidak canggung memegang karung dan cangkul, berbaur dengan warga di tengah terik matahari. Menurutnya, momentum HPSN 2026 harus menjadi titik balik perubahan mentalitas warga Anggasari terhadap kebersihan.
"Kita tidak bisa terus-terusan mengandalkan teori. Kalau Desa Muara sudah memperkuat komitmen, maka Anggasari menjawabnya dengan aksi. Saya ingin Anggasari dikenal bukan hanya karena potensinya, tapi karena lingkungannya yang resik dan warganya yang guyub," tegas Sukendi di sela-sela kegiatan.

Sosok Kades Boy yang energik memang menjadi magnet tersendiri. Kehadirannya memicu semangat pemuda karang taruna dan ibu-ibu PKK untuk ikut ambil bagian, mengubah kegiatan kerja bakti yang biasanya kaku menjadi pesta rakyat yang produktif.
Sinergi Lintas Sektor
Camat Sukasari (atau perwakilan Kecamatan) memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif ini. Keterlibatan pihak kecamatan dalam kegiatan ini menegaskan bahwa penanganan sampah di Kabupaten Subang membutuhkan kolaborasi vertikal yang kuat.
Pihak kecamatan menilai langkah Kades Sukendi selaras dengan visi Kabupaten Subang untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan. Kolaborasi ini diharapkan menjadi pilot project bagi desa-desa lain di wilayah Sukasari untuk bergerak serentak, tidak berjalan sendiri-sendiri.
Menuju Anggasari Bebas Sampah
Aksi bersih-bersih ini bukan kegiatan seremonial semata. Sampah yang terkumpul langsung dipilah antara organik dan anorganik untuk dikelola lebih lanjut, sesuai dengan semangat Zero Waste yang menjadi tema besar HPSN tahun ini.
Dengan semangat yang ditunjukkan hari ini, Desa Anggasari di bawah komando Kades Boy tampaknya siap bertransformasi menjadi desa percontohan yang tidak hanya bersih secara visual, tetapi juga cerdas dalam pengelolaan lingkungan.
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 68 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |