
SUBANG – ruangargumen.com | Situasi darurat bencana yang melanda Kabupaten Subang, khususnya wilayah Pantura yang kini terendam banjir parah, memantik reaksi keras dari kalangan tokoh muda. Ketua terpilih GEMA (Gerakan Muda) Keadilan, Hasanudin, S.T., mengeluarkan instruksi tegas sekaligus pengingat tajam kepada para wakil rakyat, khususnya anggota legislatif dari Fraksi PKS.
Melihat kondisi ribuan warga yang terdampak di wilayah pesisir utara Subang, Hasanudin meminta para anggota dewan tidak sekadar memantau dari jauh atau berdiam diri di tengah penderitaan konstituen.
Panggilan Moral untuk "Turun Gunung"
Dalam keterangan persnya, Hasanudin menekankan bahwa PKS selama ini dikenal dengan DNA penanggulangan bencana dan pelayanan (khidmat). Oleh karena itu, absennya kehadiran fisik para legislator di tengah banjir akan menjadi preseden buruk bagi kepercayaan publik.
"Subang sedang menangis, Pantura sedang tenggelam. Ini bukan waktunya untuk sekadar prihatin lewat status media sosial atau menunggu laporan di balik meja. Saya meminta seluruh anggota dewan Fraksi PKS untuk segera turun ke lapangan. Pastikan logistik sampai, pastikan rakyat melihat bahwa wakilnya ada di sana, basah-basahan bersama mereka," tegas Hasanudin.
Sentilan Halus: Kursi Empuk vs Air Bah
Hasanudin memberikan sentilan halus namun menohok terkait urgensi respon cepat tanggap. Ia mengingatkan bahwa kenyamanan gedung parlemen tidak boleh menumpulkan sensitivitas terhadap konstituen yang sedang berjuang menyelamatkan harta benda dan nyawa.
"Jangan sampai dinginnya AC di ruang dewan membuat kita lupa dinginnya air banjir yang merendam rumah warga," ujar Hasanudin diplomatis.
Ia menambahkan, "Masyarakat memilih kita karena harapan akan pembelaan. Sangat ironis jika saat masa kampanye kita rajin mengetuk pintu rumah warga, namun saat air masuk ke rumah mereka, kita justru sulit ditemui. Buktikan bahwa slogan 'Berkhidmat untuk Rakyat' bukan sekadar tinta di atas kertas."
Fokus Wilayah Pantura
Hasanudin menyoroti wilayah Pantura Subang sebagai titik yang membutuhkan atensi ekstra. Infrastruktur yang lumpuh dan akses yang sulit membutuhkan intervensi langsung dari anggota dewan untuk mendesak pemerintah daerah maupun pusat agar mempercepat penanganan.
"Fungsi pengawasan dewan itu harus berjalan di lapangan, bukan di ruang rapat saat bencana terjadi. Lihat langsung drainasenya, lihat langsung posko pengungsiannya. Rakyat butuh solusi taktis, bukan retorika politis," pungkas lulusan Teknik ini.
GEMA Keadilan sendiri telah menginstruksikan seluruh anggotanya untuk terjun menjadi relawan dan bahu-membahu meringankan beban korban banjir di Subang. Hasanudin berharap langkah ini segera disambut dengan aksi nyata para "Ayahanda" di kursi legislatif.
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 68 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 151 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |