Minggu, 29 Maret 2026, WIB
Breaking News

Sabtu, 28 Mar 2026, 12:58:44 WIB, 15 View Ensu, Kategori : Lingkungan

​BANDUNG - ruangargumen.com | Kematian dua anak harimau Benggala, Huru dan Hara, di Kebun Binatang Bandung (Bandung Zoo) pada pekan terakhir Maret 2026 menyisakan kekecewaan mendalam. Keduanya mati akibat infeksi virus feline panleukopenia (FPV), sebuah tragedi yang memicu kritik keras terhadap lambannya sistem birokrasi penyelamatan satwa di Jawa Barat.

​Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bayu Satya Prawira, menyatakan bahwa kejadian nahas ini sebetulnya bisa dicegah. Ia mengungkapkan bahwa pihaknya telah mendesak proses evakuasi jauh sebelum kondisi kesehatan satwa memburuk.

​"Kami sangat menyesalkan dan berduka atas matinya anak harimau di Bandung Zoo. Tragedi ini sebetulnya bisa diantisipasi. Kami sudah secara tegas meminta agar anak harimau tersebut segera dipindahkan ke fasilitas konservasi yang pengelolaannya lebih terjamin, seperti Taman Margasatwa Ragunan di Jakarta," ungkap Bayu dalam keterangannya,  Jumat (27/3/2026).

​Politisi yang mewakili daerah pemilihan Subang, Majalengka, dan Sumedang ini bahkan mengaku sudah melakukan langkah proaktif lintas provinsi untuk menyelamatkan satwa tersebut. Namun, upayanya terbentur lambannya proses di lapangan.

​"Untuk merealisasikan pemindahan itu, kami sudah turun tangan berkoordinasi langsung sesuai arahan bu Megawati melalui Gubernur DKI Jakarta agar fasilitas evakuasi bisa disiapkan. Sangat disayangkan birokrasi dan lambatnya respons dari pihak-pihak terkait di sini justru harus dibayar mahal dengan nyawa satwa yang seharusnya kita lindungi bersama," tegasnya.

​Huru dan Hara yang lahir pada 12 Juli 2025 itu mati berselang dua hari pada 24 dan 26 Maret 2026. Pemerintah daerah sebelumnya menyatakan bahwa induk harimau merupakan carrier (pembawa) virus, yang kemudian menyerang sistem kekebalan tubuh anak-anaknya yang masih lemah.

Sumber: Ruang Argumen

Magister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University



GPI SURATI BAPENDA ,KEJAKSAAN MINTA AUDIT SEGERA PAJAK HOTEL & RESTORAN DI SUBANG
Sabtu, 28 Mar 2026, 14:01:58 WIB, Dibaca : 49 Kali
Anak Harimau Mati, Bayu Satya Prawira Soroti Celah Hukum Regulasi Satwa di Lahan Sengketa
Sabtu, 28 Mar 2026, 13:01:34 WIB, Dibaca : 12 Kali
Tragedi Harimau Bandung Zoo: Bayu Satya Prawira Sentil Lambatnya Birokrasi Penyelamatan
Sabtu, 28 Mar 2026, 12:58:44 WIB, Dibaca : 15 Kali



Tuliskan Komentar