
Subang – ruangargumen.com | Fix, ini bukan festival biasa! Warga Desa Kihiyang, Kecamatan Binong, Kabupaten Subang, baru aja menggelar acara tahunan yang super aesthetic dan penuh makna bareng para pejabat daerah. Namanya Ruwat Bumi alias Hajat Bumi, yang digelar hari Minggu (21/12) kemarin.

Kalo lo mikir acara adat itu ngebosenin, lo salah besar, Bestie. Cek highlight keseruannya di sini!

1. The Real "Wet Party" Kearifan Lokal
Bukan cuma sekadar doa bersama, highlight dari acara ini adalah momen arak-arakan keliling desa. Yang bikin gokil, Pak Kades Jaenudin Anwar sampai basah kuyup disiram air sama warganya!
Ini bukan prank, ya! Siraman air ini simbol keberkahan. Meski hujan turun, warga tetap full senyum. Kata Pak Wakil Bupati Subang, H. Agus Masykur Rosyadi (Kang Akur), hujan itu tanda berkah. "Tanahnya subur, warganya makmur, panennya melimpah," katanya. Amin paling kenceng!
2. Sisingaan & Outfit Slay
Gak lengkap rasanya kalau ke Subang gak ada Sisingaan. Di video kelihatan banget antusiasme warga, dari bocil sampai emak-emak, semua all out. Ada yang naik sisingaan, ada ibu-ibu pakai outfit kebaya hitam kompakan pakai caping—bener-bener definisi culture flex yang keren banget buat konten TikTok!

3. Jalan Desa Udah "Glow Up"
Di sesi ngobrol santai, Pak Kades Jaenudin Anwar nge-spill rasa terima kasihnya ke Pemkab Subang. Kenapa? Karena jalan poros di Desa Kihiyang sepanjang 3 kilometer sekarang udah "lecir" alias mulus banget!
Kang Akur juga nambahin, "Jalan Kihiyang moncor, Subang ngabret, Jabar Istimewa." Intinya, kalau infrastruktur jalan slay, ekonomi warga otomatis naik level. No more jalan abrug-abrugan (rusak parah), sekarang mau hangout atau angkut hasil panen jadi sat-set.
4. Solidaritas Tanpa Batas
Pesan moral dari acara ini dalem banget, Gaes. Selain bentuk syukur sama Tuhan, Ruwat Bumi ini jadi ajang gotong royong. Kang Akur ngingetin warga dan perangkat desa buat terus guyub dan kompak. Karena pondasi desa yang maju itu ada di kebersamaan warganya.
Verdict:
Tradisi Ruwat Bumi di Desa Kihiyang ini bukti kalau budaya tradisional bisa tetap asik dan relevan. Dari ritual siram-siraman sampai rasa syukur atas jalan baru, semuanya dapet banget feel-nya.
So, buat lo anak muda Subang, jangan lupa buat terus bangga dan lestariin budaya lokal kita, ya!
#SubangNgabret #DesaKihiyang #RuwatBumi2025 #GenZPeduliBudaya #SubangCulture #JabarJuara
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 67 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 148 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 49 Kali |