
SUBANG, ruangargumen.com – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bayu Satya Prawira, S.H., kembali menegaskan komitmennya terhadap kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Subang. Hal tersebut disampaikannya saat menggelar Kegiatan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan di Kelurahan Pasirkareumbi, Kabupaten Subang (17/04).
Dalam pertemuan yang dihadiri oleh unsur tokoh masyarakat dan kelompok tani tersebut, Bayu yang bermitra langsung dengan sektor ekonomi dan pertanian di Komisi II DPRD Jabar, memaparkan tiga fokus utama yang tengah digodok oleh pihak legislatif dan eksekutif provinsi.
1. Pemerataan dan Optimalisasi Alsintan
Langkah pertama yang sedang dimatangkan oleh Komisi II adalah pengelolaan Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan). Bayu menyebutkan bahwa dewan sedang menggodok formula terbaik agar distribusi Alsintan ke depannya bisa menjangkau skala kabupaten dengan lebih merata dan tepat sasaran. Harapannya, mekanisasi pertanian ini dapat menekan biaya produksi dan mendongkrak hasil panen para petani secara signifikan.
2. Memaksimalkan Potensi Upland Nanas
Subang sudah lama dikenal dengan komoditas nanasnya. Namun, Bayu melihat potensi ini belum digarap secara maksimal di tingkat hulu hingga hilir. Oleh karena itu, program Upland Nanas menjadi salah satu fokus pembahasan. Program ini diproyeksikan tidak hanya sekadar meningkatkan kuantitas panen, tetapi juga mengintegrasikan komoditas nanas Subang dengan industri pengolahan agar memiliki nilai ekonomi yang jauh lebih tinggi bagi masyarakat.
3. Mengembalikan Kejayaan Cokelat Subang
Satu hal yang cukup menyita perhatian dalam agenda pengawasan tersebut adalah wacana besar untuk mengembalikan kejayaan komoditas kakao atau cokelat. Bayu mengingatkan kembali sebuah catatan sejarah penting: Subang pernah menjadi salah satu daerah penghasil cokelat terbesar dengan kualitas terbaik di dunia.
"Sejarah mencatat tanah kita sangat cocok untuk komoditas ini. Oleh karena itu, kita harus mulai mengaktifkan dan membina kembali kelompok-kelompok petani cokelat di Subang. Ini adalah harta karun ekonomi yang terpendam," ujar Bayu.
Transisi Anggaran Pasca-Infrastruktur Tahun 2027
eski rencana besar tersebut telah disiapkan, Bayu meminta masyarakat dan para petani untuk bersabar dan mulai menyiapkan sumber daya manusianya dari sekarang. Pasalnya, realisasi anggaran besar-besaran untuk sektor pertanian ini baru akan dieksekusi secara optimal setelah tahun 2027.
Bayu menjelaskan, saat ini kebijakan Gubernur Jawa Barat masih difokuskan pada perbaikan dan pembangunan infrastruktur, khususnya penyelesaian jalan-jalan provinsi.
"Fokus anggaran saat ini dialokasikan penuh agar masalah jalan provinsi bisa beres secara menyeluruh, yang diperkirakan rampung pada tahun 2027. Setelah infrastruktur jalannya mulus, barulah postur anggaran akan dialihkan (shifting) dan difokuskan ke bidang-bidang lain, dengan sektor pertanian dan perkebunan sebagai prioritas utamanya," pungkas Bayul
Melalui kegiatan pengawasan ini, masyarakat Pasirkareumbi dan Kabupaten Subang pada umumnya diharapkan dapat mulai menata kelembagaan kelompok taninya. Sehingga, ketika keran anggaran provinsi untuk sektor pertanian dibuka lebar pasca-2027, Subang sudah siap sepenuhnya untuk berlari.
Sumber: Ruang ArgumenMagister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University
Bayu Satya Prawira Dorong Kebangkitan Cokelat dan Nanas Subang, Anggaran Pertanian di Gas Pasca-2027Senin, 20 Apr 2026, 15:05:23 WIB, Dibaca : 5 Kali |
DRAINASE BURUK PT ALIA DIGITAL PRINTEX \"TENGGELAMANKAN\" HARAPAN PETANISenin, 20 Apr 2026, 11:53:58 WIB, Dibaca : 84 Kali |
SUBANG FEST 78 MOMENTUM PENGUATAN UMKM LOKALSabtu, 18 Apr 2026, 20:27:46 WIB, Dibaca : 19 Kali |