Senin, 09 Maret 2026, WIB
Breaking News

Senin, 16 Jun 2025, 22:38:14 WIB, 268 View Ensu, Kategori : Internasional

Bandung — ruangargumen.com— Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Iran melancarkan serangan balasan besar-besaran terhadap Israel dalam operasi militer bertajuk "Operation True Promise III", yang dimulai sejak Jumat malam, 13 Juni 2025. Serangan ini merupakan respons atas serangan Israel terhadap fasilitas militer dan ilmuwan nuklir Iran pada awal bulan ini.

Iran meluncurkan lebih dari 150 rudal balistik dan 100 drone kamikaze dari wilayahnya dan melalui jaringan sekutu di Irak dan Suriah. Target serangan meliputi zona militer, fasilitas pertahanan, dan kota-kota besar seperti Tel Aviv, Haifa, Beersheba, serta pusat permukiman sipil di wilayah tengah Israel.

Meski sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel seperti Iron Dome dan Arrow 3, beberapa di antaranya tetap menghantam sasaran dan menimbulkan kerusakan serius.

Pemerintah Israel menyatakan bahwa 24 orang tewas dan lebih dari 500 lainnya terluka dalam rentetan serangan tersebut. Kilang minyak di Haifa terbakar akibat serangan langsung, menyebabkan gangguan pasokan energi lokal dan tiga kematian tambahan.

Salah satu rudal dilaporkan jatuh di dekat kompleks Kedutaan Besar Amerika Serikat di Tel Aviv, menyebabkan kerusakan ringan pada gedung, namun tidak ada korban jiwa di antara staf diplomatik.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa Israel akan merespons dengan tindakan militer terukur dan tidak akan membiarkan serangan semacam ini berulang. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan dukungan penuh terhadap Israel dan menegaskan bahwa Washington akan memperkuat pertahanan sekutunya tersebut.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, menyerukan gencatan senjata segera dan mengingatkan bahwa konflik ini dapat berkembang menjadi perang regional dengan dampak kemanusiaan yang sangat besar.

Analis pertahanan menyatakan kekhawatiran bahwa situasi ini bisa memicu konflik berskala luas jika kelompok-kelompok proksi seperti Hezbollah di Lebanon atau Houthi di Yaman ikut terlibat aktif. Israel telah meningkatkan status siaga militer di seluruh wilayah perbatasan, terutama di utara dan selatan.

Operation True Promise III menandai titik kritis dalam hubungan Iran-Israel. Di tengah eskalasi yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda, komunitas internasional menyerukan langkah diplomatik sebagai satu-satunya jalan untuk mencegah konflik bersenjata yang lebih besar.



Kadis LH Subang H. Andri Mulya Ingatkan Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Ramah lingkungan
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali
HADIRI RAPAT EVALUASI BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD) RSUD SUBANG, KANG REY TEGASKAN RSUD SUBANG
Jumat, 13 Feb 2026, 21:34:54 WIB, Dibaca : 80 Kali
KANG REY TEGASKAN MASYARAKAT PENERIMA PBI YANG DIHAPUS, TETAP MENDAPAT LAYANAN TERBAIK
Jumat, 13 Feb 2026, 17:03:36 WIB, Dibaca : 65 Kali



Tuliskan Komentar