
SUBANG, ruangargumen.com – Pesisir utara Subang kini tidak hanya terancam oleh abrasi, tetapi juga oleh praktik barbarisme industri yang berlindung di balik tembok Kawasan Industri Comarindo. Sebuah investigasi mendalam mengungkap fakta mengerikan: absennya fasilitas Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TP3S) telah memicu operasi pencampuran limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) secara sistematis dengan sampah domestik.
Praktik ini bukan sekadar kelalaian operasional, melainkan sebuah desain kejahatan ekologis yang terstruktur untuk menekan biaya pengelolaan limbah dengan mengorbankan keselamatan publik.
"Laba Berdarah" dan Manipulasi Regulasi
Analis Kebijakan Publik sekaligus motor penggerak Raksa Buana Parahyangan, WG Karisman (Ua Gilang), menyebut fenomena ini sebagai "perampokan ruang hidup". Dalam pernyataannya yang diterima RuangArgumen.com, Kamis (16/4), Ua Gilang menegaskan bahwa manajemen Comarindo telah melakukan "efisiensi finansial yang berdarah-darah."
"Ketiadaan TP3S di kawasan industri skala raksasa adalah bukti adanya niat jahat (mens rea). Mereka sengaja mencampur residu beracun dengan sampah rumah tangga agar bisa dibuang secara ilegal ke TPA Jalupang dengan biaya murah. Ini adalah penyelundupan limbah beracun ke fasilitas publik!" tegas Ua Gilang.
Ua Gilang mendesak Gakkum KLHK dan Tipidter Polda Jabar untuk tidak hanya memutus rantai di level operator lapangan. Ia meminta aparat menggunakan pisau Tindak Pidana Korporasi (Pasal 116 UU PPLH).
"Jangan jadikan buruh atau sopir truk sebagai tumbal. Seret jajaran Direksi Comarindo sebagai otak dari kebijakan pembiaran ini. Mereka adalah pihak yang paling menikmati keuntungan dari rusaknya ekosistem Subang," tambah Ua Gilang.
Tuntutan Raksa Buana Parahyangan
Menyikapi darurat ekologi ini, Raksa Buana Parahyangan melayangkan tiga tuntutan fundamental:
Jika tuntutan ini diabaikan, Ua Gilang memberi sinyal kuat bahwa "pengadilan rakyat" di jalanan akan menjadi langkah terakhir untuk menyelamatkan masa depan ekologi Subang dari kerakusan korporasi.
Sumber: Ruang ArgumenMagister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University
KEREN ABIS !! SMKN 1 CIPENDEUY DOMINASI PODIUM DI AJANG PENCAK SILAT INTERNASIONALJumat, 17 Apr 2026, 13:16:45 WIB, Dibaca : 79 Kali |
Tangan Dingin Jajang Nurjaman Bawa SMKN 1 Cipeundeuy Sikat 13 Medali BMW CUPJumat, 17 Apr 2026, 13:15:43 WIB, Dibaca : 39 Kali |
Skandal \'Toxic\' Comarindo, Antara Syahwat Laba dan Kejahatan Ekologi Terstruktur di SubangJumat, 17 Apr 2026, 12:27:25 WIB, Dibaca : 18 Kali |