
SUBANG – ruangargumen.com | Wajah-wajah sumringah tampak menghiasi warga Dusun Kotasari, Desa Kalensari, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, pada hari Rabu (26/11). Di tengah tantangan pertanian, warga dusun ini justru merayakan keberhasilan besar dalam acara adat Hajat Bumi.
Acara yang dipusatkan di Dusun Kotasari ini bukan sekadar pesta rakyat biasa, melainkan sebuah momentum sakral untuk memanjatkan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah, sekaligus melestarikan warisan leluhur.
Keajaiban di Masa Gadu: Tanam 100% Berhasil
Kepala Dusun Kotasari, Sahid, dengan bangga mengungkapkan bahwa pelaksanaan Hajat Bumi tahun ini terasa sangat istimewa. Di saat banyak wilayah pertanian menghadapi kesulitan di masa gadu (musim kemarau), petani di Kotasari justru mencatatkan keberhasilan tanam hingga 100 persen.
"Alhamdulillah, di MT 2 (Musim Tanam 2) atau masa gadu ini, Desa Kalensari khususnya Dusun Kotasari bisa tanam 100 persen. Hasil padi melimpah dengan harga yang cukup tinggi," ujar Sahid dalam sambutannya.
Keberhasilan ini dinilai sebagai buah manis dari kerja keras dan kolaborasi solid antara para petani, Mitra Cai, P3A, Ketua RT, serta dukungan pengelolaan air dari PJT II.
Merawat Tradisi, Mendoakan Leluhur
Ketua Panitia Hajat Bumi, Samsul Ma'arif, menegaskan bahwa Hajat Bumi adalah jembatan yang menghubungkan generasi saat ini dengan para pendahulu. Selain sebagai ungkapan syukur kepada Sang Pencipta, acara ini didedikasikan untuk mendoakan para leluhur yang telah "babat alas" (membuka lahan) di dusun tersebut.
"Kita sebagai penerus hanya meneruskan tradisi orang tua kita. Ini momentum rasa syukur, tidak hanya mendoakan bumi, tapi juga mendoakan para leluhur agar mendapatkan rahmat Allah SWT," jelas Samsul.
Acara dimeriahkan dengan pagelaran Wayang Kulit "Langen Rahayu" dan tradisi makan bersama (kembulan) yang mempererat tali silaturahmi antarwarga, aparat desa, hingga aparat keamanan (TNI/Polri) yang turut hadir berbaur menikmati hidangan.
Kolaborasi Berbagai Pihak
Kesuksesan acara ini tidak lepas dari gotong royong berbagai elemen. Dukungan mengalir deras mulai dari Pemdes Kalensari, Gapoktan Tani Mulya, Brigade Pangan Kalensari Bernas Utama, hingga berbagai pelaku usaha lokal dan komunitas, seperti Komunitas Traktor Balap dan NM Audio Community.
Di penghujung acara, Sahid mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya bersyukur lewat perayaan, tetapi juga lewat aksi nyata menjaga lingkungan.
"Mari kita bersama-sama menjaga keindahan dan kebersihan lingkungan kita, supaya kita menjadi manusia yang lebih sehat jasmani dan rohani," pungkasnya.
Hajat Bumi di Kotasari tahun 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa ketika tradisi dijaga dan gotong royong ditegakkan, kesejahteraan dan keberkahan akan menaungi masyarakat, bahkan di musim yang sulit sekalipun.
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 68 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 151 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |