
Bandung – ruangargumen.com | Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Bayu Satya Prawira, menyampaikan pesan damai di tengah meningkatnya eskalasi politik dan aksi demonstrasi besar-besaran di sejumlah daerah. Bayu menegaskan pentingnya langkah bersama seluruh elemen bangsa untuk meredam ketegangan nasional.
“Kami menyambut baik dan mendukung langkah yang diambil Presiden, Ketua MPR, Ketua DPR, Ketua DPD, dan seluruh Ketua Umum Partai Politik. Saat ini yang paling mendesak adalah menempatkan kepentingan rakyat sebagai prioritas utama,” ujar Bayu, Minggu (31/8).
Bayu menyoroti kondisi ekonomi nasional yang sedang menghadapi tantangan berat, terutama tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. Menurutnya, kebijakan pemerintah pusat maupun daerah harus sepenuhnya diarahkan untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
“APBN dan APBD harus benar-benar fokus pada program-program yang langsung menyentuh kebutuhan rakyat. Kebijakan yang dapat menambah beban masyarakat harus dihindari,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bayu juga mendorong penerapan efisiensi anggaran secara menyeluruh, termasuk penghematan pada gaji, tunjangan, fasilitas pejabat negara, pejabat daerah, dan belanja rutin yang tidak relevan dengan kebutuhan publik.
"Pejabat negara harus memberi teladan. Jika rakyat diminta berhemat, maka pejabat pun harus siap melakukan penghematan. Ini bentuk empati dan tanggung jawab moral,” jelasnya.
Ia mengajak semua pihak untuk menahan diri dan menurunkan ketegangan politik dengan mengedepankan dialog. Bayu mengingatkan bahwa stabilitas nasional merupakan modal penting dalam menghadapi situasi sulit.
“Aspirasi rakyat harus dihormati, namun aksi-aksi protes jangan sampai dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk memecah belah bangsa. Kita perlu suasana yang kondusif agar penyelesaian masalah bisa tercapai secara adil dan bijak,” ujarnya.
Pernyataan Bayu Satya Prawira diharapkan menjadi pesan penyejuk di tengah situasi nasional yang memanas. Ia menutup dengan ajakan untuk bergandengan tangan membangun bangsa.
“Indonesia adalah milik bersama. Saatnya menurunkan tensi, fokus mencari solusi, dan memastikan kebijakan negara benar-benar berpihak kepada rakyat,” pungkasnya.
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 67 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 148 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 49 Kali |