SUBANG – ruangargumen.com | (10/02/2026) Merespons meningkatnya intensitas hujan yang memicu kenaikan debit air di Jawa Barat, Raksa Buana Parahiyangan (RBP) resmi menjalin sinergi dengan Perum Jasa Tirta (PJT) II. Pertemuan krusial ini difokuskan pada penanganan luapan Subdas Cipunagara, khususnya aliran Sungai Cikandung, guna melindungi wilayah Sumedang hingga hilir di Subang.
Langkah ini diambil sebagai bentuk gerak cepat atas kekhawatiran masyarakat terhadap potensi banjir kiriman dan kerusakan ekosistem yang kerap menghantui saat musim penghujan.
Modernisasi Sistem Peringatan Dini
Ketua Umum RBP, Gigin Fajar Sujalaga, menegaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar koordinasi rutin, melainkan upaya teknis untuk memastikan keamanan warga. Ia menekankan pentingnya modernisasi sistem pemantauan air.
"Kami fokus pada optimalisasi infrastruktur dan Early Warning System. Sungai Cikandung memerlukan perhatian khusus karena fluktuasi debit airnya yang sangat drastis. Sinergi dengan PJT II adalah langkah mutlak untuk memastikan keamanan masyarakat," tegas Gigin Fajar Sujalaga.
Tiga Langkah Taktis Penanganan Air
Sekretaris Umum RBP, W. Gilang Karisman, memaparkan hasil konsolidasi yang mencakup tiga poin utama untuk segera diimplementasikan di lapangan:
• Normalisasi Aliran: Melakukan evaluasi kapasitas tampung sungai untuk mencegah luapan ke pemukiman warga.
• Manajemen Pintu Air: Sinkronisasi pembukaan pintu air secara terukur berdasarkan data hidrologi terbaru.
• Restorasi Ekosistem: Penanaman kembali di area resapan air wilayah hulu Sub Das Cipunagara (cikandung) di kabupaten sumedang untuk mengurangi laju air permukaan (run-off).
"Kami tidak bisa bergerak sendiri. Dengan akses data hidrologi real-time dari PJT II, kami dapat merumuskan solusi jangka pendek maupun panjang yang lebih akurat demi menjaga stabilitas ekologi di wilayah Parahiyangan," ujar W. Gilang Karisman.
Komitmen Jangka Panjang
Pihak PJT II menyambut baik inisiatif ini dan berkomitmen membuka akses data seluas-luasnya demi mempermudah pemantauan titik rawan. Pertemuan ini diharapkan segera menghasilkan Action Plan nyata yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat setempat, sehingga siklus kecemasan warga setiap kali hujan deras dapat segera berakhir.
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 68 Kali |
Rabu, 19 Feb 2026, 00:32:01 WIB, Dibaca : 35 Kali |
Jumat, 20 Feb 2026, 18:54:38 WIB, Dibaca : 81 Kali |