
Subang – ruangargumen.com | Aksi Jumsih Bareng KLH RI, DLH Subang, dan Kecamatan Subang yang digalakkan di Subang benar-benar menunjukkan dampak yang signifikan. Dari dua lokasi utama aksi, yaitu Jalan Tubagus Yabin dan Jalan Ke Gerymang, tim gabungan berhasil mengumpulkan sampah dalam jumlah yang fantastis: kurang lebih 3,5 ton sampah bercampur!

Sampah sebanyak ini langsung diangkut ke TPS Terminal untuk penanganan lebih lanjut. Ini adalah bukti nyata betapa parahnya timbunan sampah liar (sampah yang dibuang tidak pada tempatnya) yang ada di lingkungan kita, terutama di bahu jalan dan area publik.


Kenapa 3,5 Ton Sampah Bercampur Itu Bahaya? ⚠
Buat Milenial dan Gen Z, angka ini harus jadi alarm! Sampah yang terkumpul adalah sampah bercampur—artinya sampah organik, anorganik (plastik, botol, dll.), hingga mungkin B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) bercampur jadi satu.
Tidak Bisa Didaur Ulang Optimal: Sampah yang tidak terpilah sangat sulit dan mahal untuk didaur ulang. Plastik yang kotor oleh sisa makanan (organik) seringkali langsung berakhir di TPA, bukan di pabrik daur ulang.
Bahaya Pencemaran: Tumpukan sampah bercampur menghasilkan gas metana yang berbau dan berkontribusi besar pada perubahan iklim (CH_4 25 kali lebih kuat dari CO_2). Cairan sampah (lindi) juga sangat beracun dan bisa mencemari tanah dan air tanah di sekitar TPS.
Sumber Penyakit: Sampah bercampur menjadi sarang lalat, tikus, dan bibit penyakit lainnya, mengancam kesehatan masyarakat sekitar.
Pesan Keras dari Aksi Nyata
Plt. Kepala Pusat Pengembangan Generasi Lingkungan Hidup KLH/BPLH RI, Siti Mariam, SE MH, sudah menyampaikan bahwa masalah ini tidak akan selesai jika masyarakat masih menganggap sampah hanya tanggung jawab pemerintah.
Angka 3,5 ton adalah cerminan dari tantangan perubahan perilaku yang harus kita hadapi.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Subang, Asep Yachrodi, berharap kegiatan Jumsih ini bisa menjadi budaya warga Subang. Tapi untuk mencapai budaya itu, pemilahan sampah harus dimulai dari kita!
Apa yang Harus Kita Lakukan
Jika 3,5 ton sampah adalah hasil dari dua lokasi, bayangkan berapa banyak yang ada di seluruh Subang dan 3 Provinsi (Jabar, DKI, Banten) yang beraksi serentak!
Stop Buang Sampah Sembarangan: Titik. Jadikan sungai, bahu jalan, dan ruang publik bebas dari sampah liar.
Mulai Memilah dari Rumah: Pisahkan minimal menjadi Organik (sisa makanan, daun) dan Anorganik (plastik, kertas, logam).
Dukung Gerakan Lokal: Cari tahu lokasi Bank Sampah terdekat atau ajak komunitasmu untuk rutin mengadakan Jumsih.
Ajak Circle Kita: Gunakan influence di medsos untuk menyebarkan edukasi tentang bahaya sampah bercampur dan pentingnya memilah.
Ingat, 3,5 ton adalah sampah yang berhasil diangkut. Tugas kita adalah memastikan volume sampah yang diangkut ke TPS bisa berkurang drastis di masa depan!
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 68 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |