Senin, 20 April 2026, WIB
Breaking News

Senin, 20 Apr 2026, 11:53:58 WIB, 84 View Erawan Erik, Kategori : Lingkungan

 

ruangargumen.com | SUBANG – Hujan ekstrem di wilayah Subang seharusnya menjadi berkah, namun bagi warga Dusun Bendungan, Desa Marengmang, hal ini justru menjadi petaka. PT Alia Digital Printex diduga menjadi biang keladi terendamnya lahan pertanian dan peternakan warga akibat sistem drainase yang tidak memadai.

 

Bukan sekadar faktor alam, banjir yang merendam area produktif masyarakat ini diduga kuat terjadi karena tidak adanya sistem drainase yang mumpuni di kawasan pabrik. Saat curah hujan tinggi, debit air yang seharusnya dialirkan dengan benar justru meluap tak terkendali dan langsung menghantam lahan warga.

 

Kekecewaan ini disuarakan lantang oleh H. Suyadi (Mang Oray), salah satu pemilik lahan yang terdampak. Ia menegaskan bahwa kerugian ini merupakan imbas langsung dari buruknya tata kelola air pihak perusahaan.

 

"Kondisinya sudah sangat merugikan. Lahan terendam. Musim hujan yang ekstrem seharusnya bisa diantisipasi jika sistem drainase dari kawasan pabrik dikelola dengan baik, bukan dibiarkan meluap ke lahan kami," tegas Mang Oray, Minggu (19/4).

 

Pantauan di lokasi menunjukkan kondisi yang memprihatinkan:

Ancaman Gagal Total: Sawah dan kebun cabai warga terendam air luapan yang diduga membawa material sisa industri.

Risiko Peternakan: Air yang meluap masuk ke area kandang, mengancam kesehatan hewan ternak yang menjadi tumpuan ekonomi warga.

Abai Lingkungan: Warga menilai pihak perusahaan terkesan tutup mata terhadap dampak limpasan air hujan yang menghancurkan penghidupan tetangga terdekatnya.

 

Warga Dusun Bendungan menuntut pertanggungjawaban nyata dari manajemen PT Alia Digital Printex. Tuntutan mereka jelas: perbaiki sistem drainase sekarang juga agar luapan air tidak kembali terjadi, serta berikan kompensasi atas kerugian materil yang dialami petani dan peternak.

 

Selain itu, warga mendesak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Subang untuk segera turun ke lapangan. Pengecekan bukan hanya soal volume air, tapi juga kualitas air yang meluap ke lahan warga guna memastikan apakah ada pelanggaran baku mutu lingkungan yang terjadi di tengah krisis ini.

Sumber: Ruang Argumen

Magister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University



Bayu Satya Prawira Dorong Kebangkitan Cokelat dan Nanas Subang, Anggaran Pertanian di Gas Pasca-2027
Senin, 20 Apr 2026, 15:05:23 WIB, Dibaca : 6 Kali
DRAINASE BURUK PT ALIA DIGITAL PRINTEX \"TENGGELAMANKAN\" HARAPAN PETANI
Senin, 20 Apr 2026, 11:53:58 WIB, Dibaca : 84 Kali
SUBANG FEST 78 MOMENTUM PENGUATAN UMKM LOKAL
Sabtu, 18 Apr 2026, 20:27:46 WIB, Dibaca : 19 Kali



Tuliskan Komentar