SUBANG — ruangargumen.com | Bulan suci Ramadan tengah berlangsung, namun ironisnya, momen penyucian diri ini justru diwarnai dengan masalah klasik: darurat kebersihan, 25 Februari 2026. Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI) melontarkan peringatan keras terkait kondisi tumpukan sampah di berbagai titik dan masih minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan selama bulan puasa.

Fenomena berburu takjil, aktivitas pasar beduk, hingga tradisi buka puasa bersama yang mewarnai hari-hari di bulan Ramadan ini terbukti berbanding lurus dengan lonjakan volume sampah. Terpantau, sampah kemasan plastik sekali pakai dan sisa makanan (food waste) mendominasi tempat-tempat pembuangan dan sudut-sudut jalan.
Menyikapi realitas ini, YLNI menegaskan bahwa harus ada perubahan sikap yang nyata dan segera dari masyarakat.
"Sangat disayangkan, di tengah bulan puasa yang esensinya adalah menahan diri dan mengendalikan hawa nafsu, kita justru dihadapkan pada kenyataan menumpuknya sampah akibat perilaku konsumtif yang tidak terkontrol. Kesadaran kolektif masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan saat ini masih menjadi PR besar," tegas perwakilan Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI).
Dalam seruannya, YLNI mendesak masyarakat untuk segera menerapkan langkah-langkah konkret di sisa hari bulan Ramadan ini guna menekan krisis sampah, di antaranya:
• Kendalikan Penggunaan Plastik: Berhenti bergantung pada kantong plastik sekali pakai saat membeli takjil. Masyarakat didorong untuk membiasakan diri membawa wadah makanan dan tas belanja sendiri dari rumah.
• Stop Pemborosan Makanan: Menghindari lapar mata saat menjelang waktu berbuka. Membeli atau memasak makanan secukupnya adalah kunci untuk mencegah tingginya angka sisa makanan yang terbuang sia-sia ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
• Disiplin Kelola Sampah Taraf Rumah Tangga: Memastikan sampah sisa konsumsi berbuka dan sahur dipilah dengan baik dan tidak dibuang sembarangan.
Lebih lanjut, YLNI juga mendesak pemerintah daerah dan dinas kebersihan terkait untuk bekerja ekstra. Optimalisasi armada pengangkutan sampah dan pemantauan titik-titik rawan tumpukan liar harus ditingkatkan selama bulan puasa ini.
"Pepatah mengatakan kebersihan adalah sebagian dari iman. Mari kita buktikan itu dengan tindakan nyata. Jadikan ibadah puasa kita paripurna, tidak hanya dengan membersihkan jiwa, tetapi juga dengan menjaga kebersihan lingkungan di sekitar kita," tutup YLNI.
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 67 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |