Senin, 09 Maret 2026, WIB
Breaking News

Sabtu, 07 Feb 2026, 19:28:08 WIB, 97 View Wisnu Ramadan, Kategori : Lingkungan

SUBANG (07/02/2026) – ruangargumen.com | Komitmen nyata terhadap pelestarian lingkungan kembali ditunjukkan oleh PT. PP (Persero) Tbk. Memanfaatkan momentum Bulan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), BUMN konstruksi ini menggelar aksi ganda: penanaman 200 bibit mangrove dan aksi bersih sampah di kawasan SP Kamal, Desa Anggasari, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Subang.

​Ini merupakan kali kedua PT. PP turun langsung ke wilayah tersebut, menegaskan konsistensi perusahaan dalam program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).

Kolaborasi Lintas Sektor

Kegiatan ini diinisiasi oleh tim Project Access Road Cipali Patimban Paket 1. Meski diguyur rintik hujan, semangat para peserta tak surut sedikit pun. Kolaborasi solid terlihat di lapangan yang melibatkan perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, Konsultan HSE, subkontraktor PT. Pakubumi, hingga mahasiswa magang dari Poltek PU.

​Jessica Ruth, selaku SHM Project Access Road Cipali Patimban Paket 1, menjelaskan bahwa inisiatif ini adalah bentuk kepedulian perusahaan terhadap ekosistem di sekitar area proyek.

​"Kegiatan ini adalah komitmen kami di bulan K3 dan TJSL. Kami tidak berjalan sendiri, melainkan menggandeng teman-teman Yayasan Lingkungan Nusantara Indah (YLNI). Kerjasama ini mencakup penanaman hingga pemeliharaan mangrove selama satu tahun," ujar Jessica.


​Ia juga menambahkan sentuhan semangat khas perusahaan dalam aksi tersebut. "Sesuai dengan motto kami, 'PP Mantap P-nya Dua', hal ini harus diimplementasikan dalam aksi yang nyata dan berdampak," tambahnya.

Apresiasi dan Tantangan Pemulihan Ekosistem

Langkah PT. PP (Persero) Tbk ini mendapat apresiasi tinggi dari Pemerintah Kabupaten Subang. Cece Rahman, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Subang, menyambut positif upaya pemulihan ekosistem di wilayah Pantura ini.

​"Kami sangat mengapresiasi PT. PP dan rombongan yang peduli. Semoga ini menjadi pemicu bagi perusahaan lain, baik swasta maupun BUMN, untuk melakukan kegiatan serupa demi misi pemulihan ekosistem mangrove di Pantura Subang," ungkap Cece.

​Namun, pekerjaan rumah untuk memulihkan sabuk hijau di Subang masih panjang. Endra, perwakilan dari YLNI, membeberkan data yang cukup menantang.

​"Target pemulihan kita adalah penanaman 40.000 bibit pohon. Saat ini, baru sekitar 300 bibit yang tertanam," jelas Endra. Ia berharap langkah PT. PP ini dapat membuka jalan bagi dukungan dari pihak-pihak lain untuk mengejar target restorasi tersebut.

​Aksi ini membuktikan bahwa sinergi antara korporasi, pemerintah, akademisi, dan pegiat lingkungan adalah kunci untuk menjaga keberlanjutan alam Indonesia.



Pemilihan Raya DEMA STAI Darussalam Kunir Berlangsung Khidmat,Dimeriahkan Bagi Takjil & Buka Bersama
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 68 Kali
LH Subang: Pengurangan Armada dan Infrastruktur di TPS Jalupang Jadi Kendala Pengelolaan Sampah
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 151 Kali
Kadis LH Subang H. Andri Mulya Ingatkan Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Ramah lingkungan
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali



Tuliskan Komentar