Senin, 09 Maret 2026, WIB
Breaking News

Jumat, 16 Okt 2025, 23:56:49 WIB, 585 View Wisnu Ramadan, Kategori : Ekonomi

Subang – ruangargumen.com | Polemik terkait penerapan Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu atau lebih dikenal dengan program Poe Ibu yang digagas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) mencapai tingkat desa. Kepala Desa (Kades) Marengmang, Usu Sugiono, angkat bicara mengenai besaran iuran sukarela Rp1.000 per hari yang diimbaukan kepada masyarakat.

​Kades Usu Sugiono menilai bahwa meskipun semangat gotong royong dalam program tersebut patut diapresiasi, penetapan angka iuran yang kaku dapat menimbulkan kesulitan baru bagi warganya.


​"Ai bagusnya mah bagus, tapi yang dipastikan mah sa’ayana wae lah ameh teu tertekan, misalkan mun ayeuna sarebu nya keperluanamah buat warga juga, seperti di dusun kami sudah berjalan pak, tapi tidak 1000 seadanya misalkan 500 nanti kalau malam sekarang nggak diambil sama Ronda jadi 1000 gitu" ujar Kades Usu Sugiono saat ditemui di kantornya,

​Menurut Usu, kondisi ekonomi warga Desa Marengmang sangat beragam. Bagi keluarga yang memiliki pendapatan harian atau tidak menentu, iuran Rp1.000 setiap hari, jika dikalikan sebulan, dapat menjadi beban yang signifikan.

​"Sifatnya memang sukarela dan donasi. Namun, ketika ada imbauan dari atas (Provinsi) dengan nominal yang sudah disebut (Rp1.000), ini secara psikologis bisa dianggap kewajiban oleh warga. Lebih baik jika ini benar-benar diserahkan kepada kerelaan dan kemampuan masing-masing. Bisa jadi hari ini mereka mampu seribu, besok hanya lima ratus, atau lusa tidak memberi. Yang penting ikhlas," tegasnya.

​Usu Sugiono berharap, Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat memberikan kelonggaran dan fleksibilitas yang lebih besar dalam pelaksanaan program di tingkat desa. Ia menyarankan agar fokus ditekankan pada semangat kebersamaan dan tolong menolong, bukan pada nominal iuran yang terpatok.

​Program Rereongan Poe Ibu atau seribu rupiah sehari dari KDM sendiri bertujuan untuk mengumpulkan dana sosial dari masyarakat dan ASN yang kemudian akan digunakan untuk membantu warga yang membutuhkan di sektor pendidikan dan kesehatan. Namun, program ini belakangan menuai berbagai kritik dari sejumlah pengamat dan tokoh masyarakat terkait mekanisme dan potensi membebani publik.



LH Subang: Pengurangan Armada dan Infrastruktur di TPS Jalupang Jadi Kendala Pengelolaan Sampah
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali
Kadis LH Subang H. Andri Mulya Ingatkan Dapur Makan Bergizi Gratis Wajib Ramah lingkungan
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali
Inovasi Ramah Lingkungan : Kecamatan Subang Luncurkan Gerakan Biopori dan Wajib Bank Sampah
Senin, 02 Mar 2026, 19:53:41 WIB, Dibaca : 53 Kali



Tuliskan Komentar


A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: file_get_contents(https://nominatim.openstreetmap.org/reverse?lat=39.9625&lon=-83.0061&format=json): failed to open stream: HTTP request failed! HTTP/1.1 429 Too many requests

Filename: public_html/tele.php

Line Number: 27

Backtrace:

File: /home/ruan1645/public_html/tele.php
Line: 27
Function: file_get_contents

File: /home/ruan1645/public_html/index.php
Line: 295
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'display_name' of non-object

Filename: public_html/tele.php

Line Number: 30

Backtrace:

File: /home/ruan1645/public_html/tele.php
Line: 30
Function: _error_handler

File: /home/ruan1645/public_html/index.php
Line: 295
Function: require_once

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Trying to get property 'display_name' of non-object

Filename: public_html/tele.php

Line Number: 41

Backtrace:

File: /home/ruan1645/public_html/tele.php
Line: 41
Function: _error_handler

File: /home/ruan1645/public_html/index.php
Line: 295
Function: require_once