SUBANG, (09/02/2026) – ruangargumen.com | Pasca aksi unjuk rasa yang menyoroti penataan kota dan bangunan liar di Kantor Bupati Subang beberapa waktu lalu, muncul pernyataan mengejutkan yang justru menimbulkan tanda tanya besar di kalangan publik.
Iyan Daryanto, yang menyatakan diri sebagai Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Persatuan Ummat Islam (PD Pemuda PUI) Kabupaten Subang, secara tegas membantah keterlibatan organisasinya dalam aksi yang dimotori oleh Gerakan Pemuda Islam (GPI) tersebut.
"Saya tegaskan, Pemuda PUI Kabupaten Subang secara kelembagaan tidak pernah terlibat dalam aksi demo yang dilakukan kawan-kawan GPI tadi. Kalopun ada yang hadir di sana itu mengatasnamakan pribadi, bukan atas nama PUI," ujar Iyan dalam keterangannya.
Simpang Siur Informasi Membingungkan Publik
Pernyataan Iyan ini tentu membuat publik di Subang mengerutkan kening dan bertanya-tanya. Pasalnya, narasi yang berkembang selama dan setelah aksi berlangsung adalah adanya kolaborasi atau setidaknya dukungan dari elemen Pemuda PUI terhadap gerakan tersebut. Kehadiran atribut atau individu yang dikenal sebagai bagian dari PUI di lokasi aksi sebelumnya dianggap sebagai bentuk solidaritas organisasi.
Namun, klarifikasi terbaru ini seolah mematahkan asumsi tersebut. Publik kini dibuat bingung mengenai sikap resmi Pemuda PUI Subang terhadap isu krusial penataan kota yang diusung dalam demo itu. Apakah Pemuda PUI sebenarnya mendukung substansi tuntutan namun tidak sepakat dengan metode aksinya, ataukah memang sama sekali tidak ingin dikaitkan dengan gerakan tersebut?
Tanda Tanya Seputar Kepemimpinan
Kebingungan semakin bertambah jika menilik kembali informasi yang beredar saat aksi berlangsung. Sebelumnya, sempat muncul nama lain yang dikutip media sebagai Ketua Pemuda PUI Subang yang memberikan dukungan terhadap aksi tersebut. Munculnya Iyan Daryanto yang kini memberikan bantahan resmi sebagai Ketua, memicu pertanyaan baru: Ada apa sebenarnya di internal kepengurusan Pemuda PUI Subang?
Apakah terjadi miskomunikasi internal yang serius? Ataukah ada dinamika lain di tubuh organisasi yang belum terungkap ke permukaan?
Sikap "cuci tangan" secara kelembagaan ini menyisakan teka-teki. Masyarakat Subang kini menanti kejelasan, bukan hanya soal posisi PUI terhadap isu bangunan liar, tetapi juga soliditas di dalam organisasi pemuda Islam tersebut. Klarifikasi Iyan, alih-alih menjernihkan suasana, justru membuka ruang pertanyaan: Ada apa sebenarnya?
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 67 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |