Rabu, 01 April 2026, WIB
Breaking News

Selasa, 31 Mar 2026, 09:43:29 WIB, 30 View Erawan Erik, Kategori : Pendidikan

SMPN 1 Cikaum Roboh, Potret "Mata Tertutup" Dinas Pendidikan Subang

ruangargumen.com | SUBANG, Cikaum 31/03/26 – Sektor pendidikan di Kabupaten Subang kembali berduka. Bukan karena kurikulum yang sulit, melainkan karena rapuhnya atap tempat para siswa menimba ilmu. Ambruknya bangunan di SMPN 1 Cikaum akibat hujan angin baru-baru ini bukan sekadar bencana alam, melainkan alarm keras atas "kebutaan" birokrasi terhadap kelayakan fasilitas publik.

Bencana atau Kelalaian?

Hujan dan angin kencang seringkali dijadikan kambing hitam. Namun, bagi publik yang kritis, pertanyaan besarnya adalah: Sejauh mana pengawasan Dinas Pendidikan Kabupaten Subang terhadap bangunan sekolah yang sudah tidak layak huni?

Bangunan tidak roboh dalam semalam. Ada proses pelapukan, ada retakan yang dibiarkan, dan ada proposal perbaikan yang mungkin hanya menumpuk di meja kantor kedinasan tanpa realisasi. Ketika sebuah ruang kelas ambruk, itu adalah bukti nyata kegagalan mitigasi infrastruktur pendidikan.

Disdik Subang: Diam di Tengah Reruntuhan

Masyarakat kini bertanya-tanya, di mana keberadaan para pemangku kebijakan di Disdik Subang saat plafon dan dinding sekolah mulai runtuh? Sikap yang terkesan "tutup mata" dan lambat dalam merespons kondisi sekolah rusak di pelosok daerah adalah bentuk pengkhianatan terhadap hak anak bangsa untuk belajar dengan aman.

"Pendidikan bukan cuma soal angka di atas kertas atau seremoni kenaikan kelas. Pendidikan adalah soal menjamin keselamatan nyawa siswa saat mereka duduk di bangku sekolah," ungkap seorang pemerhati kebijakan publik di Subang.

Urgent: Audit Total Infrastruktur Sekolah!

Kejadian di SMPN 1 Cikaum harus menjadi momentum terakhir. Ruang Argumen mencatat beberapa poin krusial yang harus segera dijawab oleh Disdik Subang:

Transparansi Anggaran: Ke mana larinya alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) atau APBD untuk renovasi sekolah rusak?

Prioritas Kebijakan: Mengapa proyek-proyek seremonial seringkali lebih mulus dibanding perbaikan ruang kelas yang mengancam nyawa?

Respons Cepat: Jangan biarkan siswa SMPN 1 Cikaum telantar atau belajar di bawah bayang-bayang trauma bangunan roboh.

Pemerintah Kabupaten Subang tidak boleh lagi berlindung di balik alasan "keterbatasan anggaran". Jika untuk membangun gedung perkantoran mewah anggaran selalu tersedia, mengapa untuk sekadar memperbaiki atap sekolah rakyat, mata mereka seolah tertutup rapat?

Sumber: Ruang Argumen

Magister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University



TINE YOWARGANA DI DESAK LEBIH 35 CABOR NAKHODAI KONI SUBANG ?
Rabu, 01 Apr 2026, 02:01:00 WIB, Dibaca : 2 Kali
SMPN 1 CIKAUM ROBOH RESPON REAKTIF DINAS PENDIDIKAN DIPERTANYAKAN
Selasa, 31 Mar 2026, 09:43:29 WIB, Dibaca : 30 Kali
PENGURUS PDI PERJUANGAN SUBANG GELAR RAPAT DAN HALAL BIHALAl
Senin, 30 Mar 2026, 16:47:32 WIB, Dibaca : 22 Kali



Tuliskan Komentar