
SUBANG – ruangargumen.com | Rabu, 21 Januari 2026, bukan sekadar hari biasa di Aula Pemda Kabupaten Subang. Di sana, sebuah tombol reset baru saja ditekan. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Subang periode 2025–2026 resmi dilantik, menandai dimulainya babak baru di bawah komando Tohan Nursangkan.

Jika diibaratkan sebuah smartphone, pelantikan ini bukan cuma ganti casing, tapi software update total. Tohan, sang ketua terpilih, tidak ingin PMII Subang berjalan dengan "mode autopilot". Ia membawa energi baru bersama Lutfiatul Munawaroh, yang dipercaya memimpin sayap perempuan alias Korps PMII Puteri (KOPRI).

Stop Jadi NPC, Saatnya Jadi Main Character
Dalam pidato perdananya yang penuh tenaga, Tohan mengirim sinyal keras kepada seluruh kader: masa rebahan dan diam sudah habis. Ia menuntut kader PMII berhenti menjadi NPC (Non-Playable Character) yang hanya menonton perubahan, dan mulai mengambil peran utama.
“Apa yang menjadi potensi kita, harus kita ekspresikan. PMII harus hadir dengan gagasan, sikap kritis, dan kontribusi nyata untuk daerah,” tegas Tohan.
Bagi Tohan, pelantikan ini adalah momentum konsolidasi. Bayangkan sebuah tim esports yang sedang menyusun strategi ulang setelah musim turnamen yang panjang. Tohan menyerukan "evaluasi besar-besaran" terhadap gerakan mahasiswa.
“Terkhusus kepada kader, sudah saatnya kita melakukan evaluasi besar-besaran terhadap gerakan. Ini era baru PMII,” tambahnya.
Pesan ini jelas: PMII Subang ingin kembali ke akarnya sebagai "watchdog" kebijakan publik yang galak, sekaligus mitra pembangunan yang solutif.
The Dream Team: Formasi 2025–2026
Untuk menjalankan misi berat ini, Tohan tidak sendirian. Ia didampingi oleh squad yang siap tempur di Badan Pengurus Harian (BPH). Berikut adalah motor penggerak PMII Subang satu tahun ke depan:
Kapten & Co-Kapten: Tohan Nursangkan (Ketua) didampingi trio Wakil Ketua: Sufyan Atssadzaaly, Muhammad Abdul Hakim, dan Yanto Sugiyanto.
Dapur Pacu (Sekretariat): Keken Sukender (Sekretaris) bersama Asep Nur Ahmad, Rio Nugraha Rifana, dan Udin Mulyana.
Manajemen Logistik (Bendahara): Ahmad Reza Mustofa dan Azis Maulana.
Sementara itu, di lini pemberdayaan perempuan, KOPRI dipimpin oleh Lutfiatul Munawaroh, dengan dukungan Marissah (Sekretaris) dan Nurul Hurril’in (Bendahara). Fokus mereka jelas: memastikan isu-isu perempuan tidak tenggelam dalam riuh politik daerah.
Fokus ke Depan: Upgrade Skill dan Koneksi
Struktur baru ini juga dilengkapi dengan biro-biro spesialis—semacam divisi khusus dalam sebuah perusahaan startup:
HRD-nya Organisasi (Kaderisasi): Aditya Ridwan Mulyadi & Putri Firdausy bertugas memastikan "stok" pemikir kritis tidak pernah habis.
Internal Audit (Aparatur): Salman Nur Yadin & Burhanudin Yusuf menjaga kerapian "rumah tangga" organisasi.
Humas & Networking: Octavian, Farhan Khoerul Fatihin, dan Eka Nurjanah menjadi jembatan komunikasi ke dunia luar.
Dengan komposisi ini, PC PMII Subang periode 2025–2026 berjanji tidak hanya akan menjadi organisasi papan nama. Mereka siap turun ke jalan, masuk ke ruang diskusi, dan mengawal Subang dengan nalar kritis.
Namun, tantangan terbesar bagi gerakan mahasiswa hari ini bukan hanya soal melawan ketidakadilan, tapi juga melawan apatisme generasinya sendiri.
Jika mahasiswa adalah "alarm" bagi masyarakat yang sedang tertidur lelap, apakah PMII Subang mampu membangunkan mereka, atau suaranya justru akan tenggelam dalam kebisingan media sosial?
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 67 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 148 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 49 Kali |