
Subang, ruangargumen.com | Anggota Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia (DPR RI) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H.
Ateng Sutisna, M.B.A., menyatakan dukungan penuhnya terhadap kebijakan Gubernur
Jawa Barat Dedi Mulyadi, yaitu Gerakan Rereongan Sapoe Sarebu (Poe Ibu).
Gerakan yang mengajak ASN, pelajar, dan masyarakat untuk berdonasi sukarela
Rp1.000 per hari ini dinilai sebagai langkah nyata memperkuat fondasi
solidaritas sosial.
H. Ateng, yang merupakan perwakilan Dapil IX Jawa Barat
(meliputi Kabupaten Sumedang, Majalengka, dan Subang), menegaskan bahwa program
ini sejalan dengan nilai-nilai kemanusiaan dan gotong royong yang diusung
partainya.
"Menurut saya itu bukan hal yang baru, dari dulu
masyarakat Jawa Barat sudah terbiasa dengan istilah beras perelek atau uang
rereongan itu di Rt, Rw ataupun di desa sudah berjalan puluhan tahun lalu.
" Jelasnya. Ini adalah implementasi dari semangat 'satu langkah kecil
untuk dampak besar'. Uang seribu rupiah per hari, yang sifatnya sukarela, jika
dikelola secara transparan di level komunitas, akan sangat membantu masyarakat
di akar rumput yang menghadapi masalah mendesak di bidang kesehatan dan
pendidikan."
Fokus pada Kemanusiaan dan Transparansi
Menurut H. Ateng, keberadaan donasi sukarela ini menjadi
jaring pengaman sosial yang efektif untuk mengatasi persoalan kemanusiaan yang
sering kali tidak terjangkau oleh pos anggaran formal pemerintah daerah (APBD).
Politisi PKS ini juga menyoroti pentingnya transparansi dan
akuntabilitas dalam pelaksanaan program. Ia mengapresiasi penekanan Gubernur
agar dana dikelola secara mandiri oleh instansi, sekolah, dan komunitas RT/RW,
dengan laporan yang harus disampaikan secara terbuka kepada publik.
"Kami meminta seluruh ASN di wilayah Sumedang,
Majalengka, dan Subang untuk merespons positif imbauan ini. Tunjukkan bahwa ASN
bukan hanya abdi negara, tetapi juga abdi masyarakat yang memiliki kepekaan
sosial tinggi. Karena ini bersifat sukarela, fokuslah pada semangat berbagi dan
pastikan pengelolaan dana dilakukan sejujur-jujurnya," pungkasnya.
H. Ateng berharap gerakan ini tidak hanya berhenti pada donasi uang, tetapi juga mendorong kepedulian sosial yang lebih luas di tengah masyarakat Jawa Barat.
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |
Senin, 02 Mar 2026, 19:53:41 WIB, Dibaca : 52 Kali |