
SUBANG – ruangargumen.com | Guys, pernah gak sih kalian ngebayangin kalau setiap hari Kabupaten Subang “memproduksi” sampah sebanyak 660 ton? Yes, you read that right. Dengan penduduk 1,65 juta jiwa, timbulan sampah kita massive banget.
Masalahnya, realita di lapangan bikin shock. Dinas Lingkungan Hidup cuma punya 24 dump truck dan 1 fuso. Kebayang gak ketimpangannya? Ini kayak mau nguras kolam renang tapi cuma pakai sendok! Akibatnya, banyak sampah yang gak keangkut dan numpuk di mana-mana.
The Real Issue: Masih Pakai Cara Kuno
Menurut Cece Rahman, warga Desa Tambakdahan yang concern banget sama isu ini, metode kita masih stuck di pola lama: Kumpul - Angkut - Buang. Semuanya lari ke TPA Jalupang yang jaraknya 50 KM dari kota.
Liat aja TPS Pujasera, Jalitri, atau Pasar Baru. Kondisinya udah red flag banget:
Bau menyengat (polusi udara, guys!).
Air lindi (cairan sampah) ngeracunin tanah.
Pemandangan kumuh dan potensi penyakit.
TPS 3R & Bank Sampah: Belum 'Slay' Maksimal
Sebenarnya, Subang udah punya inovasi kayak TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di beberapa desa kayak di Wantilan, Kertajaya, sampai Tanjungwangi. Tapi, kata Kang Cece, prakteknya masih banyak yang balik lagi ke cara konvensional.
Kenapa? Masalah klasik: SDM belum terlatih, alat kurang support, dan manajemen yang kadang moody-an (ganti pengurus, ganti kebijakan). Bank Sampah Unit (BSU) yang terdata baru 24 unit, itu pun belum tentu aktif semua. Sad but true.
Solusi Futuristik: Maung Tech & Cuan dari Sampah!
Don’t worry, Kang Cece gak cuma kasih kritik, tapi juga solusi yang mind-blowing.
Desa Harus Jadi Garda Depan: Pengelolaan sampah harus tuntas di desa (hulu). Tiap RT/RW wajib punya Bank Sampah Unit.
Teknologi "Maung Tech": Ini nih yang keren. Kita bisa pakai alat buatan anak bangsa (Jawa Barat punya!) yang namanya Maung Tech. Alat ini bisa mengolah sampah jadi Energi Baru Terbarukan (EBT) lewat proses pirolisis dan gasifikasi.
Impact-nya? Sampah musnah, energi nambah, dan bisa jadi duit buat warga desa. Ekonomi kreatif jalan, lingkungan aman!
Call to Action: Gerakan MST!
Biar Subang gak jadi lautan sampah, kita butuh gerakan yang Massif, Sistematik, dan Terstruktur (MST). Mulai dari sosialisasi gencar, pelatihan teknis, sampai pakai teknologi canggih.
"Desa harus menjadi kekuatan dalam segala bidang. Sampah bisa jadi sumber daya kalau dikelola dengan benar," tegas Cece.
So, Gen Z Subang, are you ready to change the game? Mulai pilah sampah dari kamar kamu sendiri, yuk!
Kamis, 05 Mar 2026, 15:53:33 WIB, Dibaca : 67 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 23:20:08 WIB, Dibaca : 149 Kali |
Selasa, 03 Mar 2026, 21:52:33 WIB, Dibaca : 50 Kali |