
SUBANG – ruangargumen.com | Siapa bilang jadi petani itu kuno? Di Desa Kalensari, Compreng, Subang, anggota muda Brigade Pangan Kalensari Bernas Utama baru saja menyelesaikan training intensif mengoperasikan Rotavator, mesin canggih pengolah tanah. Acara ini bukan cuma training biasa, tapi bagian dari misi besar regenerasi dan modernisasi pertanian!
Fokus Cuan: Efisiensi ALSINTAN ala UPJA
Pelatihan ALSINTAN (Alat Mesin Pertanian) ini penting banget karena mesin-mesin canggih itu dikelola oleh UPJA (Usaha Pelayanan Jasa Alsintan) Kalensari Bernas. UPJA ini ibarat rental service mesin pertanian di desa—bikin petani bisa pakai teknologi tanpa harus modal gede!
"Kita harus pastikan setiap operasional ALSINTAN, terutama Rotavator ini, efisien. Pelatihan ini adalah investasi. Dengan penggunaan yang optimal, biaya operasional petani akan turun drastis, yang artinya keuntungan mereka akan naik signifikan," tegas Imam Mulfauzan, Kepala Divisi Keuangan Brigade Pangan, menyoroti aspek cuan.
Rotavator: Jurus Anti-Lama di Lahan
Rotavator adalah secret weapon Brigade Pangan untuk mencapai swasembada. Mesin ini bisa mengubah proses olah tanah yang biasanya memakan waktu berhari-hari jadi hitungan jam.
"Rotavator mempercepat olah tanah. Ini krusial agar kami bisa mengejar target peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di Kalensari. Intinya, produksi kami harus tepat waktu dan hasilnya maksimal," kata D. Nana, Kepala Divisi Produksi, yang bertanggung jawab atas hasil panen.
Kolaborasi Gak Kaleng-Kaleng
Suksesnya acara ini berkat kolaborasi keren antara:
• Brigade Pangan Kalensari Bernas Utama (Pelaksana)
• Maxxi Tani (Penyedia instruktur pro di bidang teknologi pertanian)
• SMKN Compreng (Prodi Pertanian) (Jembatan regenerasi, langsung dari bangku sekolah ke lapangan)
"Tujuan kami lebih besar, yaitu mencetak skill dan mindset wirausahawan. Dengan kolaborasi ini, kami memastikan generasi muda di Subang tidak hanya mewarisi lahan, tapi juga menguasai manajemen agribisnis dan teknologi mutakhir," tutup Sahid, Manager Brigade Pangan.
Intinya, Brigade Pangan membuktikan bahwa pertanian kini adalah sektor yang Tech-Savvy, menjanjikan cuan, dan dikelola oleh para manajer muda. Siap jadi Petani Sultan berikutnya?