
ruangargumen|Subang – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan, Bayu Satya Prawira, S.H., melaksanakan kegiatan Reses III Tahun Sidang 2025–2026 di Kampung Bolang, Desa Cibuluh, Kecamatan Tanjungsiang, Kabupaten Subang (10/06). Kegiatan tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat dan wakil rakyat untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi desa, khususnya terkait pengembangan desa wisata berbasis budaya dan lingkungan.
Dalam pertemuan tersebut, masyarakat menyampaikan harapan agar Desa Cibuluh sebagai desa wisata kebudayaan terus mendapatkan perhatian dan dukungan dari pemerintah. Selama ini, desa tersebut dikenal dengan konsep wisata edukatif yang mengajak pengunjung terlibat langsung dalam aktivitas keseharian masyarakat, mulai dari tandur (menanam padi), nyieun opak (membuat opak), hingga kegiatan pelestarian dan perawatan sungai yang menjadi bagian dari identitas masyarakat setempat.
Menurut warga, berbagai aktivitas tersebut tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga sarana menjaga warisan budaya sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa.
Namun demikian, warga mengaku khawatir terhadap keberlangsungan sejumlah agenda budaya dan lingkungan yang selama ini menjadi penggerak aktivitas wisata desa. Salah satunya adalah Festival Tujuh Sungai, yang disebut berpotensi tidak dapat dilaksanakan tahun ini karena keterbatasan anggaran.
Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat mengingat Festival Tujuh Sungai selama ini tidak hanya menjadi ajang promosi wisata, tetapi juga momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga kelestarian sungai dan lingkungan hidup. Di sisi lain, masyarakat melihat sejumlah agenda besar lainnya di Kabupaten Subang masih tetap berjalan sehingga muncul harapan agar kegiatan berbasis budaya dan lingkungan juga memperoleh dukungan yang memadai.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bayu Satya Prawira menyatakan bahwa pelestarian budaya lokal dan pengembangan wisata berbasis masyarakat merupakan aset penting yang perlu dijaga keberlangsungannya.
"Desa Cibuluh memiliki potensi yang sangat khas karena menggabungkan budaya, edukasi, dan pelestarian lingkungan dalam satu konsep wisata. Ini bukan hanya tentang pariwisata, tetapi juga tentang menjaga identitas masyarakat dan mewariskan nilai-nilai budaya kepada generasi berikutnya," ujar Bayu.
Ia menambahkan akan mencoba melakukan koordinasi dan komunikasi lebih lanjut dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mencari berbagai kemungkinan dukungan yang dapat diberikan terhadap program-program pelestarian budaya dan lingkungan di Desa Cibuluh.
"Kami akan melihat seperti apa langkah yang bisa ditempuh bersama pemerintah provinsi. Aspirasi masyarakat terkait keberlanjutan Festival Tujuh Sungai maupun pengembangan desa wisata budaya ini akan kami sampaikan dan komunikasikan agar dapat ditemukan solusi terbaik," Tambah Bayu di akhir acara.
Reses berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Masyarakat berharap perhatian pemerintah terhadap desa wisata berbasis budaya dan lingkungan dapat terus ditingkatkan sehingga potensi yang dimiliki Desa Cibuluh mampu berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Sumber: Ruang ArgumenMagister Hukum Kesehatan UNINUS MMRS Universitas Gajayana RPL MKM Universitas MH Thamrin MMRS Universitas Sangga Buana ARS University
Bayu Satya Prawira Serap Aspirasi Desa Cibuluh, Dorong Pelestarian Budaya dan Festival Tujuh SungqiSenin, 15 Jun 2026, 13:22:17 WIB, Dibaca : 15 Kali |
Daming Agus Hidayat Kecewa, Festival 7 Sungai Diduga Tak Mendapat Dukungan Pemkab SubangJumat, 12 Jun 2026, 19:23:33 WIB, Dibaca : 79 Kali |
AMS Kabupaten Subang Gelar Dialog Publik: Membedah Problem Hukum di Kabupaten Subang, Aparat, KekuasJumat, 12 Jun 2026, 18:23:15 WIB, Dibaca : 79 Kali |